Sistem OperasionalStudi kasus

MBS Food Cost: Sistem Operasional F&B Multi-Outlet

Lingkup yang dikirim

Paritas penuh dengan sistem lama, dijaga invariant regresi: food cost BENAR ≈45,3% terhadap ~66% yang diyakini bisnis sebelumnya

Ilustrasi konseptual. Bukan foto atau tangkapan layar sistem klien.
Klien
Bisnis F&B multi-outlet (sistem internal)
Kategori
Sistem Operasional
Lokasi
Indonesia
Selesai
5 Agustus 2026

Masalahnya

Bisnis F&B multi-outlet ini menjalankan perhitungan food cost di atas Google Sheets dan Apps Script yang sudah terbukti bekerja, tetapi spreadsheet-nya secara sistematis melebih-lebihkan angka food cost. Saat logika bisnisnya diaudit dan dibangun ulang, invariant regresi yang diverifikasi menunjukkan food cost sebenarnya sekitar 45,3%, jauh di bawah angka ~66% yang selama ini diyakini bisnis. Kami mencatat ini sebagai temuan rekayasa dari proses rebuild, bukan sebagai janji hasil untuk bisnis lain.

Sistem lama bekerja, tetapi tidak bisa tumbuh: tidak ada model data bertipe, tidak ada otorisasi sisi server, tidak ada job yang tahan gagal.

Yang kami bangun

Rebuild penuh ke stack nyata dengan paritas fitur, di mana logika bisnis yang sudah teruji dibawa verbatim dan hanya platformnya yang berubah:

  • Pencatatan operasional untuk pembelian, penerimaan barang, resep, penjualan, dan biaya operasional per outlet, dengan uang sebagai DECIMAL dan ledger append-only; koreksi adalah entri pembalik, bukan edit.
  • OCR dokumen: struk transfer dan rekening koran bank (misalnya mutasi BCA dalam PDF) dibaca oleh model bahasa menjadi JSON terstruktur lewat skema respons yang diketatkan.
  • Asisten multi-agen Mastra dengan registri tool yang menjembatani RBAC, sehingga agen hanya bisa mengakses data yang berhak dilihat penggunanya.
  • Notifikasi WhatsApp via Fonnte dan email via Resend untuk alur operasional.
  • Infrastruktur GCP di asia-southeast1: Cloud Run untuk layanan, Cloud Tasks untuk antrean, Scheduler dan Pub/Sub untuk job terjadwal.

Keputusan rekayasa

Invariant regresi dijaga tes. Angka food cost yang terverifikasi menjadi assertion dalam test suite; perubahan apa pun yang menggeser perhitungan akan menggagalkan build, karena angka itulah alasan sistem ini dipercaya.

COGS dihitung tepat sekali. Satu biaya masuk lewat baris pembelian atau lewat penerimaan (po_ref), tidak pernah keduanya. Setiap mutasi punya dedup key (UNIQUE di database), sehingga double-submit, retry, re-upload, dan redelivery job tidak pernah menghitung dua kali.

Otorisasi dan audit bukan lapisan UI. requireScope(...) berjalan di Server Action dan API handler; lintas tenant dijawab 404, di luar scope dijawab 403, dan setiap mutasi menulis baris audit berisi aktor, aksi, dan diff sebelum-sesudah.

Status

Sistem produksi yang dipakai sebagai alat operasional internal, dibangun selama lima bulan dalam 408 commit (April–Agustus 2026) lewat pipeline spec-driven. CI menjalankan typecheck, lint, dan tes pada setiap push; merge ke main membangun image Docker dan deploy ke Cloud Run.

Dari studi ini ke proyek Anda

Ada proses serupa di tim Anda?

Ceritakan alur kerja dan kendalanya. Kita mulai dengan lingkup yang bisa dijelaskan dan diperiksa.

Studi kasus berikutnya

CloseLoom: CRM AI-Native untuk Startup B2B Indonesia