Agen AIStudi kasus

Roundtable Agents: Riset Multi-Agen di Graf Eksplisit

Lingkup yang dikirim

Pipeline riset lengkap dengan checkpoint tahan-restart dan perbandingan solo-vs-multi terukur yang dipublikasikan apa pun hasilnya, termasuk hasil negatif

Ilustrasi konseptual. Bukan foto atau tangkapan layar sistem klien.
Klien
Proyek open source
Kategori
Agen AI
Lokasi
Indonesia
Selesai
16 Agustus 2026

Masalahnya

Demo multi-agen biasanya berhenti di bagian yang mudah: beberapa agen dipanggil berurutan, lalu hasilnya digabung. Bagian yang menentukan apakah sistem seperti itu bisa dipercaya justru dilewati — tidak ada anggaran token yang benar-benar ditegakkan, tidak ada checkpoint yang selamat dari matinya proses, dan persetujuan manusia hanya berupa flag status yang hilang saat aplikasi restart. Lebih buruk lagi, klaim “lebih baik dari satu agen” hampir tidak pernah diukur; ia dibenarkan oleh intuisi.

Yang kami bangun

Sistem riset dan penulisan laporan di atas graf LangGraph eksplisit — node dan edge bernama, bukan abstraksi “crew”: planner menyusun rencana, rencana berhenti di gerbang persetujuan manusia (sebuah interrupt LangGraph, bukan flag), worker paralel dikerahkan per langkah rencana, critic menantang temuan, consensus merekonsiliasi temuan terhadap kritik menjadi klaim agreed / contested / dropped, dan writer men-stream laporan akhir ke UI.

Klaim yang berhasil digugat critic tetap muncul di laporan akhir di bawah heading sendiri, lengkap dengan alasan ketidaksepakatannya. Ketidaksepakatan dilaporkan, tidak pernah disembunyikan.

Keputusan rekayasa

Graf eksplisit, bukan abstraksi kru. Anda tidak bisa memberi checkpoint, anggaran, atau interrupt pada sesuatu yang tidak bisa Anda tunjuk. Node bernama dengan input/output bertipe adalah syarat agar tiga hal itu mungkin.

Gerbang persetujuan adalah interrupt, bukan flag. Flag yang diperiksa kode aplikasi hilang bersama prosesnya. Interrupt adalah posisi ter-checkpoint: matikan backend saat rencana menunggu persetujuan, nyalakan lagi, dan run berlanjut dari gerbang itu.

Anggaran ditegakkan oleh ledger atomik. Setiap pemanggilan agen dibebankan ke ledger dengan semantik charge-then-raise — pemakaian dicatat sebelum exception, karena tokennya memang sudah terbayar. Default 8.000 token per node dan 40.000 per run; di profil Docker, ledger-nya skrip Lua di Redis agar worker paralel tidak bisa berlomba melewati plafon.

Hasil yang diukur

Repo ini mengirim perbandingan satu agen vs roundtable: 10 pertanyaan golden, dua lengan dengan retrieval dan anggaran yang sama. Hasil live (deepseek-v4-flash), dipublikasikan sebagaimana terukur: secara agregat roundtable tidak mengalahkan satu agen yang baik — coverage berimbang (0,753 vs 0,767) dengan biaya ~5,5x token dan ~4,7x waktu. Yang menarik ada di pembagian per kesulitan: pada pertanyaan conflicting yang menuntut rekonsiliasi dokumen yang bertentangan, roundtable menang (0,53 vs 0,42). Dan 21 klaim contested adalah artefak yang tidak bisa dihasilkan satu agen.

Angka-angka mock provider di README diberi label terpisah: ia mengukur plumbing pipeline, bukan kualitas model, dan tidak pernah disajikan sebagai hasil model.

Menjalankannya

git clone https://github.com/ridwanspace/roundtable-agents, lalu make install && make demo — run end-to-end di terminal, offline, tanpa satu pun API key, di atas mock provider deterministik. make compose-up menambahkan checkpoint Postgres dan ledger Redis. Reproduksi perbandingannya dengan make compare.

Dari studi ini ke proyek Anda

Ada proses serupa di tim Anda?

Ceritakan alur kerja dan kendalanya. Kita mulai dengan lingkup yang bisa dijelaskan dan diperiksa.

Studi kasus berikutnya

MBS Food Cost: Sistem Operasional F&B Multi-Outlet